TERIMA KASIH atas kunjungan ANDA *** adada-ja merupakan blognya nugi *** blog ini bertujuan untuk berbagi dan semoga bermanfaat *** serta SORRY pada semua jika isi pada blog ini banyak yang mengandung copy-paste *** JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI YAH... :)

Google Search
Welcome to my Blog

Join ke FACEBOOK saya?? Silahkan klik Animasi Imagenya
atau mau Chating dengan saya, klik icon YM-nya
silahkan follow @adanugi


Mau Tau Rahasia Bisnis Hebat? Buruan GRATIS Lho!! KLIK DISINI

Kontroversi Lagu Terang Bulan



Lirik Lagu Terang Bulan

Terang bulan
Terang bulan di kali
Buaya timbul disangkalah mati
Jangan percaya mulutlah lelaki
Berani sumpah 'tapi takut mati
Jangan percaya mulutlah lelaki
Berani sumpah 'tapi takut mati

Waktu potong padi di tengah sawah
Sambil bernyanyi riuh rendah
Memotong padi semua orang
Sedari pagi sampai petang

Waktu potong padi di tengah sawah
Sambil bernyanyi riuh rendah
Bersenang hati sambil bersuka
Tolonglah kami bersama sama
Sumber lirik : Wikipedia

Lagu Terang Bulan pertama kali diputar di RRI Jakarta pada tahun 1956, sedangkan Malaysia baru merdeka pada 31 Agustus 1957. adapun adaptasi lagu Terang Bulan menjadi lagu Negaraku terjadi, karena Presiden Soekarno kala itu pernah memberi hadiah kemerdekaan kepada Malaysia berupa piringan hitam yang berisikan lagu Indonesia di antaranya Terang Bulan. Lagu Terang BulanLagu di atas memiliki kesamaan aransemen dengan lagu kebangsaan malaysia "Negaraku".

Polemik atas lagu milik Malaysia ini mencuat ke permukaan ketika Kepala Cabang Lokanta Surakarta Perum Percetakan Negara RI, Ruktiningsih mengatakan kalau lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku memiliki kemiripan dengan aransemen lagu Terang Bulan. Sehubungan aksi Malingsia yakni klaim-klaim yang dilakukan oleh negeri jiran terhadap budaya bangsa kita seperti telah diberitakan oleh berbagai media disepanjang bulan Ramadhan ini. Dan polemik lagu Terang Bulan ini pun menjadi pemberitaan yang laris manis bak gula dirubung semut.

Lagu Terang Bulan merupakan sebuah lagu adaptasi dari sebuah lagu yang populer berjudul "La Rosalie", pada akhir abad 19 di wilayah jajahan Perancis, sekitar lautan Hindia."La Rosalie" digubah oleh Pierre-Jean de BĂ©ranger (1780-1857), seorang musisi berkebangsaan Perancis. Lagu-lagu yang memiliki kesamaan nada "La Rosalie", "Allah Lanjutkan Usia Sultan", "Negaraku", "Terang Bulan" dan "Mamula Moon." Sumber bacaan Wikipedia, lebih lanjut baca disini

Permasalahannya apakah lagu indonesia itu dijiplak atau bukan? Kalo menurut saya yang namanya lagu itu bisa saja memiliki kesamaan nada tetapi kalo ada lagu kebangsaan yang diplesetkan seperti yang dilakukan oleh malaysia lewat komunitas forum bebas topix dot com, jelas itu bukan suatu plesetan melainkan suatu penghinaan terhadap harga diri bangsa, begitu juga soal budaya itu jelas berbeda, karena budaya merupakan salah satu identitas bangsa, jadi apabila ada malingsia seperti malaysia yang meng-klaim budaya bangsa ini jelas harus ditindak, DIGANYANG kalo perlu.

Ini bukan suatu nada provokasi tuk meng-GANYANG MALAYSIA-MALINGSIA, tetapi negeri ini harus tetap dikobarkan semangat Nasionalismenya. Harga diri bangsa jelas tidak dapat digadaikan dengan apapun maka harus kita pertahankan dengan keras dan tegas. Indonesia telah memiliki sejarah panjang tiga setengah abad lebih berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya dan seiring dengan itu segala bentuk budaya telah tercipta dan terlahir sebagai identitas bangsa kita, masa harga diri bangsa kita dihina, di injak-injak diam saja, harus dilawan, kita tunjukkan pada dunia siapa bagaimana bangsa kita ini. Kita adalah bangsa yang berani membela harkat dan martabat bangsanya sendiri.

MERDEKA...HIDUP ATAU MATI...MERDEKA...

Bacaan Terkait:

balik lanjut depan
Subscribe

Fans Box

adada-ja on Facebook

  © adanugi templates

baby
Photobucket