TERIMA KASIH atas kunjungan ANDA *** adada-ja merupakan blognya nugi *** blog ini bertujuan untuk berbagi dan semoga bermanfaat *** serta SORRY pada semua jika isi pada blog ini banyak yang mengandung copy-paste *** JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI YAH... :)

Google Search
Welcome to my Blog

Join ke FACEBOOK saya?? Silahkan klik Animasi Imagenya
atau mau Chating dengan saya, klik icon YM-nya
silahkan follow @adanugi


Mau Tau Rahasia Bisnis Hebat? Buruan GRATIS Lho!! KLIK DISINI

Menikah


Siapa yang ’ngga mau untuk menikah..?
Walaupun ada juga yang ’ngga mau menikah, ya...itu hak seseorang dalam menentukan pilihan dalam hidupnyanya dan terkadang pada kenyataannya ada juga yang ’ngga atau belum mau menikah ahirnya tepaksa harus menikah. Ya....Menikah...

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, Kalo boleh adada-ja berpendapat menikah merupakan satu perbuatan dari dua manusia berbeda pria dan wanita yang meminta secara sah baik agama maupun negara untuk diikatkan dalam satu ikatan suci pernikahan. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar..Lalu apa?

MENIKAH apapun kondisinya, apabila sudah diputuskan dan terjadi, maka hal tersebut merupakan satu keputusan bersama dari dua manusia berbeda tadi, tidak bisa keputusan sepihak baik pria maupun wanitanya.

MENIKAH merupakan satu episode baru yang akan dijalani dalam kehidupan manusia. Setelah MENIKAH bukan lagi sekedar urusan cinta yang pernah ada pada masa pacaran dulu. Tapi di dalamnya telah menanti satu pekerjaan besar dan mulia yang harus siap dipikul bersama.

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? As for me, I looked at him and felt nothing else. His every movement, his manners, the sound of his voice made me tremble. When a passion like this gets hold of you, it never lets you go, never till your last breath. It burns all in you, and still flames when there is nothing more to burn... But then, how happy, oh how happy I was!

Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’,
‘Ada kerelaan mendengar kritik’,
‘Ada keikhlasan meminta maaf’,
‘Ada ketulusan melupakan kesalahan’, dan
‘Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal Pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda.
Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang
lain…??
Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan
pasangan hidup…??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam
samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’.

Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus diterima dengan ikhlas hati untuk terus dicari kecocokan bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang naif, dan dibuat-buat.

Bacaan Terkait:

0 komentar:

balik lanjut depan
Subscribe

Fans Box

adada-ja on Facebook

  © adanugi templates

baby
Photobucket